Kenapa Aku Nulis Blog di Tahun 2026?

Menulis blog pernah menjadi satu kegiatan yang populer. Pada masanya, blog adalah tempat untuk berekspresi. Namun, seiring perkembangan zaman, blog mulai ditinggalkan, dan digantikan dengan konten video, baik video panjang di YouTube, atau video pendek seperti di TikTok. 

 

saya menulis blog di cafe



Menulis blog bukan hal baru bagi saya. Saya menulis blog pertama saya tahun 2013. Kalau tidak salah, saat itu saya masih kelas 6 SD. Perlu diakui, saat itu saya tidak rajin dalam menulis blog, tapi saya terus menulis sampai saya lulus sekolah. Tulisan saya punya tema yang beragam, mulai dari tutorial, artikel, opini, dan juga pengalaman saya. Tulisan saya memang tidak bagus, dan pembaca blog saya tidak banyak, sehingga blog ini tidak menghasilkan uang. Saya memang sempat memonetisasi blog saya dengan adsense, dan sampai sekarang masih aktif, tapi hasilnya sedikit sekali.

Saya akhirnya meninggalkan blog setelah saya memilih untuk menjadikan YouTube sebagai tempat saya berbagi konten. Di sana, saya membuat banyak video tentang animasi, fotografi, desain grafis, percetakan, dan lain-lain. YouTube menjadi tempat yang menyenangkan untuk berbagi konten karena YouTube adalah situs paling populer untuk berbagi konten video panjang. YouTube punya banyak pengguna yang tersebar di seluruh dunia. 

Salah satu alasan saya bikin konten di YouTube adalah Adsense. Saya tergiur dengan potensi yang dapat saya raih dari adsense. Dan saya berhasil monetisasi channel saya sehingga saya dapat meraih uang dari iklan yang tayang ketika orang menonton video-video saya. Tapi ternyata channel saya tidak terlalu menghasilkan. Walau begitu, saya tetap bikin video karena saya suka. Banyak video yang saya bikin tidak punya penonton yang banyak, dan saya tetap bikin karena saya suka. Contohnya video saya tentang fotografi dan kamera. Tema ini punya minat yang lebih sedikit dibandingkan dengan tutorial tentang percetakan dan animasi. Tapi saya suka fotografi, jadi saya tetap bikin tanpa peduli dengan jumlah penontonnya. 

Yang memotivasi saya untuk tetap bikin konten adalah komentar dari penonton saya. Kebanyakan komentar yang saya temui adalah pertanyaan tentang video saya. Itu bikin saya senang karena kalau mereka bertanya, berarti mereka menyimak apa yang saya sampaikan di video. Jadi, sebisa mungkin saya menjawab pertanyaan mereka. Pernah juga ada pertanyaan yang jawabannya sudah ada dalam video, artinya mereka belum nonton sampai selesai, tapi keburu nanya. Tapi tidak apa-apa, tetap saya jawab. Biasanya ada juga pertanyaan yang saya tidak tahu jawabannya, jadi aku tidak menjawabnya, atau bilang tidak tahu. 

Komentar lain yang bikin saya senang adalah terima kasih karena video saya membantu. Itu bikin saya senang karena video saya punya manfaat bagi penonton saya. 

Bahkan komentar negatif juga membuat saya senang. Itu karena itu memotivasi saya. 

Yang bisa saya pelajari dari bikin konten di YouTube adalah, membuat video itu susah. Selain itu, bikin video itu melelahkan. Saya perlu merekam video saya sendiri, ngomong di depan kamera, dan saya juga yang mengeditnya. Kadang, video saya perlu narasi, dan saya sendiri yang menulisnya. Bagi saya, ini melelahkan. Saya memang menganggap ini sebagai hobi, jadi saya tidak punya target apa-apa. Saya tidak ingin menjadi YouTuber terkenal dengan penghasilan yang banyak. Saya bikin video karena saya suka. Makanya tema yang saya pilih adalah tema yang saya suka. Dan sering kali kurang diminati. Tapi tidak apa-apa, saya memang nggak ngejar apa-apa.

Sadar kalau bikin video itu melelahkan, saya memutuskan buat rehat dari YouTube. Saya cuma bikin video pendek yang lebih mudah buat dibikin. Itu pun sedikit. Bukan berarti saya ingin meninggalkan YouTube, loh, ya. Banyak sekali ide video yang ingin saya bikin, hanya saja aku belum ingin memulainya sekarang. 

Saya ingin menulis blog ini karena saya ingin menuangkan ide saya dalam bentuk tulisan. Saya paham kalau minat baca orang Indonesia itu rendah, tapi saya tetap menulis. Itu karena saya tidak berharap tulisan saya dibaca banyak orang. Saya hanya ingin melampiaskan keinginan saya dalam bikin konten, tapi dengan cara yang tidak melelahkan. Dan media yang paling cocok menurut saya adalah tulisan. 

Saya paham kalau saat ini blogger sudah tidak sepopuler dulu. Banyak tempat lain yang lebih populer untuk berbagi konten tulisan, misalnya medium, substack, atau twitter dalam bentuk thread. Tapi saya tetap pilih blogger karena saya sudah punya blog, dan saya tidak mementingkan jumlah pembaca. 

Konten yang akan saya bagikan di blog ini punya tema yang beragam, mulai dari fotografi, film, animasi, jurnal pribadi, pengalaman, dan lain-lain. 

Saya menulis blog karena saya ingin menjadikan ini hobi. Menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan karena dapat melatih kita untuk fokus dan terampil dalam berbahasa. Saya berharap, dengan banyak menulis, kemampuan saya dalam berbahasa dapat berkembang, sehingga saya dapat berkomunikasi dengan lebih baik, baik dalam bentuk lisan atau tulisan. 

Menurut saya, bikin konten tulisan itu lebih mudah dari konten video. Walau begitu, saya juga ingin mengubah tulisan saya menjadi narasi video. Jadi, mungkin nantinya saya juga akan membacakan tulisan saya untuk saya rekam dan saya upload di YouTube. Tentu tidak semua tulisan saya akan saya jadikan video.

Akhir-akhir ini saya mencoba untuk berhenti mengonsumsi konten TikTok karena itu sangat adiktif dan saya merasa itu tidak sehat. Saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari hanya untuk nonton video TikTok. 

Saya memilih kegiatan menulis untuk mengganti adiksi saya terhadap TikTok. Menulis melatih kita untuk berpikir, dan itu akan bikin kita makin kreatif. 


Comments

Popular Posts