Concat: Aplikasi Video Editor Gratis Alternatif CapCut untuk PC dan Android



CapCut merupakan salah satu aplikasi yang sering digunakan untuk mengedit video. Namun, jika kamu sedang mencari alternatif yang gratis dan open source, ada aplikasi menarik yang patut dicoba, yaitu Concat.

Dalam video kali ini, saya mencoba Concat untuk melihat fitur-fitur yang tersedia, mulai dari memotong video, menambahkan teks, menggunakan transisi, melakukan color grading, hingga menghapus background secara otomatis.

Saya juga mencoba aplikasi ini di Linux dan Android untuk mengetahui apakah Concat cukup nyaman digunakan pada berbagai perangkat.

Menariknya, tampilan Concat mengingatkan saya pada CapCut versi desktop. Susunan antarmukanya memiliki bagian library, monitor preview, inspector, dan timeline yang cukup familiar bagi pengguna aplikasi video editor.

Lantas, apakah Concat bisa menjadi alternatif CapCut yang layak digunakan untuk mengedit video sehari-hari? Berikut pengalaman saya setelah mencoba berbagai fiturnya.

1. Apa Itu Concat?

Concat adalah aplikasi pengeditan video yang dalam pengujian ini saya gunakan sebagai alternatif CapCut. Salah satu daya tariknya adalah aplikasi ini gratis dan open source.

Aplikasi ini memiliki antarmuka yang cukup familiar bagi pengguna video editor berbasis timeline. Kita bisa memasukkan video, mengatur klip, memotong bagian yang tidak diperlukan, menambahkan efek, dan mengolah tampilan gambar.

Dalam video pengujian, Concat tersedia untuk beberapa sistem operasi, yaitu:

  • Windows
  • macOS
  • Linux
  • Android
  • iOS

Pada saat saya membuat video ini, aplikasi Concat belum tersedia melalui Google Play Store maupun Apple App Store. Pengguna Android dan iOS perlu mendapatkan paket instalasi yang sesuai melalui sumber unduhan aplikasi.

Sementara itu, pengguna Linux memiliki pilihan paket seperti AppImage atau Debian, tergantung distribusi Linux yang digunakan.

Saya sendiri menggunakan Linux Mint dan mencoba versi desktop Concat melalui paket yang sesuai dengan sistem operasi tersebut.

Untuk mengunduh aplikasi ini, kamu bisa mengunjungi website resmi Concat melalui tautan berikut:

Website Concat: https://concatenate.pages.dev/

Silakan kunjungi website tersebut untuk melihat informasi mengenai aplikasi Concat dan pilihan unduhan yang tersedia untuk sistem operasi yang kamu gunakan, baik Windows, macOS, Linux, Android, maupun iOS.

2. Tampilan Antarmuka Concat Mirip CapCut

Ketika pertama kali membuka Concat, hal yang langsung terlihat adalah susunan antarmukanya yang menyerupai aplikasi video editor modern.

Di dalamnya terdapat beberapa bagian utama, antara lain:

  • Library: tempat mengelola atau mengakses media yang digunakan dalam proyek.
  • Monitor preview: untuk melihat hasil video yang sedang diedit.
  • Inspector: berisi pengaturan untuk klip atau elemen yang dipilih.
  • Timeline: tempat menyusun video, audio, teks, dan elemen lainnya.

Dengan susunan seperti ini, pengguna bisa bekerja menggunakan alur pengeditan video berbasis timeline yang cukup umum.

Untuk memulai pengeditan, kita cukup membuat proyek baru melalui tombol New Project. Setelah itu, kita bisa menentukan nama proyek dan mengatur aspek rasio, resolusi, serta frame rate.

Dalam pengujian ini, saya menggunakan pengaturan berikut:

  • Aspek rasio: 16:9
  • Resolusi: Full HD 1080p
  • Frame rate: 24 fps

Pengaturan frame rate 24 fps saya pilih karena video yang digunakan untuk pengujian juga direkam dengan frame rate tersebut.

Setelah proyek dibuat, kita bisa mulai memasukkan video ke dalam aplikasi.

3. Import Video dan Mulai Mengedit

Concat memungkinkan kita memasukkan media ke dalam proyek melalui fitur import. Dalam pengujian, saya mencoba memasukkan satu video, lalu mencoba mengimpor beberapa video sekaligus.

Ternyata, kita bisa memasukkan beberapa video sekaligus sehingga tidak harus mengimpor setiap file satu per satu.

Setelah media masuk, kita bisa memilih klip dan menambahkannya ke timeline. Video tersebut kemudian dapat diputar melalui monitor preview dengan menekan tombol spasi.

Pengalaman awal menggunakan Concat cukup mudah dipahami, terutama jika kamu sudah pernah menggunakan aplikasi pengeditan video berbasis timeline.

Namun, saya sendiri bukan pengguna CapCut desktop, sehingga ada beberapa tombol dan fitur yang perlu saya cari terlebih dahulu. Jadi, pengalaman ini lebih menggambarkan proses belajar menggunakan Concat, bukan perbandingan teknis menyeluruh dengan CapCut.

4. Memotong Video dan Menggunakan Magnetic Timeline

Salah satu fitur dasar yang paling penting dalam aplikasi video editor adalah kemampuan memotong klip.

Di Concat, saya mencoba menggunakan shortcut Ctrl + B untuk memisahkan klip pada posisi playhead. Setelah klip terpotong, bagian yang tidak diperlukan bisa dihapus menggunakan tombol Delete atau ikon tempat sampah.

Namun, ada satu hal yang sempat membuat saya bingung. Setelah sebuah bagian video dihapus, ruang kosong pada timeline tidak selalu langsung tertutup.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kita bisa menggunakan fitur Magnetic Timeline.

Ketika fitur ini diaktifkan, klip yang tersisa dapat langsung menempel satu sama lain setelah bagian di antaranya dihapus. Dengan begitu, proses memangkas video menjadi lebih praktis.

Fitur ini sangat berguna ketika kita ingin menghilangkan bagian video yang tidak diperlukan tanpa harus menggeser klip secara manual setiap kali melakukan penghapusan.

Selain itu, pada versi yang saya uji juga terdapat Split Tool yang bisa digunakan untuk membagi klip pada bagian tertentu.

Secara keseluruhan, fitur pemotongan video di Concat cukup mudah digunakan setelah kita memahami fungsi masing-masing tombol.

5. Mencoba Fitur Remove Background

Salah satu fitur yang menarik perhatian saya adalah Remove Background. Fitur ini digunakan untuk menghapus latar belakang sebuah video sehingga subjek, misalnya seseorang, bisa dipisahkan dari lingkungan di sekitarnya.

Fitur seperti ini berguna untuk berbagai kebutuhan, misalnya menempatkan teks di belakang seseorang, membuat komposisi video yang lebih kreatif, atau memisahkan subjek dari latar belakang tanpa harus menggunakan green screen.

Ketika saya mencobanya, hasil penghapusan background belum sepenuhnya rapi. Beberapa bagian di sekitar tepi subjek masih terlihat kurang bagus.

Saya juga mencoba pengaturan feather untuk menghaluskan bagian tepi, tetapi hasilnya belum sempurna.

Concat menyediakan beberapa pilihan pengaturan penghapusan background, termasuk pilihan untuk memproses seseorang dan opsi custom untuk menentukan bagian yang ingin dihilangkan.

Pada pengujian tersebut, prosesnya juga membutuhkan waktu untuk menyelesaikan pemrosesan.

Meskipun hasilnya belum sempurna, fitur ini cukup menarik untuk dicoba. Kita bisa memanfaatkannya untuk membuat efek sederhana, termasuk menempatkan teks seolah-olah berada di belakang tubuh seseorang.

Namun, kualitas hasilnya tetap perlu diperiksa, terutama jika subjek memiliki rambut yang rumit, tepi tubuh yang bergerak, atau warna yang mirip dengan latar belakang.

6. Membuat Efek Teks di Belakang Subjek

Setelah mencoba Remove Background, saya kemudian menggunakannya untuk membuat efek teks di belakang orang.

Caranya adalah dengan memanfaatkan susunan layer atau klip pada timeline. Video yang digunakan sebagai latar belakang ditempatkan di bagian bawah, sementara elemen video yang sudah dipisahkan dari background dan teks ditempatkan pada posisi yang sesuai.

Saya menambahkan teks bertuliskan "Jangan lupa subscribe", kemudian mengatur posisi teks tersebut agar terlihat berada di belakang subjek.

Hasilnya bisa terlihat menarik meskipun proses pemisahan background belum benar-benar sempurna.

Teknik ini menunjukkan bahwa fitur Remove Background tidak hanya berguna untuk menghilangkan latar belakang, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk membuat komposisi video yang lebih kreatif.

7. Pilihan Transisi yang Cukup Banyak

Concat juga menyediakan berbagai macam transisi yang bisa digunakan untuk menghubungkan satu klip dengan klip lainnya.

Dalam pengujian, saya mencoba beberapa jenis transisi, termasuk Basic Dissolve, Fade Out, dan transisi Spin.

Saya sempat kebingungan ketika mencoba menambahkan transisi. Ternyata, untuk beberapa transisi, kita perlu memilih dua klip terlebih dahulu sebelum efek dapat diterapkan.

Setelah transisi berhasil ditambahkan, durasinya juga bisa diatur. Misalnya, kita bisa mencoba durasi sekitar dua detik untuk mendapatkan perpindahan gambar yang lebih lambat.

Selain Basic Dissolve, tersedia pula berbagai pilihan transisi lain yang bisa dicoba sesuai kebutuhan.

Meskipun begitu, tidak semua transisi cocok digunakan pada setiap video. Transisi yang terlalu mencolok justru bisa mengganggu alur video jika tidak digunakan dengan tepat.

Menurut saya, fitur transisi ini cukup menarik untuk pengguna yang ingin membuat video lebih dinamis tanpa harus mengedit semuanya secara manual.

8. Menambahkan Efek Video

Selain transisi, Concat juga menyediakan sejumlah efek video.

Dalam pengujian ini, saya mencoba beberapa efek seperti Blur dan Curve untuk melihat bagaimana tampilan gambar bisa diubah melalui pengaturan efek.

Dengan mengombinasikan efek dan menyesuaikan pengaturannya, kita bisa menghasilkan tampilan yang berbeda dari rekaman aslinya.

Namun, saya juga menemukan bahwa beberapa efek terasa cukup kuat ketika pertama kali diterapkan. Karena itu, pengaturan efek perlu disesuaikan agar hasilnya tidak berlebihan.

Dalam proses pengeditan, kita sebaiknya tidak langsung menambahkan terlalu banyak efek. Lebih baik mencoba satu efek terlebih dahulu, melihat hasilnya pada preview, lalu menyesuaikan pengaturannya sesuai kebutuhan.

9. Color Grading Menggunakan LUT

Bagi saya, salah satu fitur menarik yang tersedia di Concat adalah dukungan LUT (Look-Up Table).

LUT dapat digunakan untuk mengubah tampilan warna video secara praktis. Dengan memilih LUT yang sesuai, kita bisa mengubah karakter warna rekaman tanpa harus menyesuaikan setiap parameter warna secara manual dari awal.

Dalam pengujian ini, saya mencoba menggunakan LUT yang sebelumnya dibuat sendiri.

Saya juga menyebutkan aplikasi pengolah foto seperti RawTherapee dan RapidRAW sebagai contoh aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat atau mengolah tampilan warna sebelum digunakan dalam alur kerja tertentu.

Ketika LUT diterapkan, perubahan warna pada video langsung terlihat. Namun, efeknya sempat terasa terlalu kuat.

Saya kemudian menemukan bahwa LUT bisa ditempatkan sebagai semacam adjustment layer sehingga kekuatan efeknya dapat disesuaikan menggunakan pengaturan Strength.

Pengaturan ini berguna ketika kita ingin menggunakan LUT tanpa membuat perubahan warna menjadi terlalu ekstrem.

Menurut saya, dukungan LUT merupakan fitur yang menarik, terutama bagi pengguna yang suka melakukan color grading atau ingin mempertahankan tampilan warna yang konsisten pada beberapa klip.

Meski demikian, hasil akhirnya tetap bergantung pada LUT yang digunakan dan karakter rekaman aslinya.

10. Menggunakan Keyframe untuk Animasi

Concat juga mendukung keyframe, yaitu fitur yang memungkinkan kita membuat perubahan parameter secara bertahap sepanjang durasi video.

Dalam pengujian ini, saya mencoba membuat animasi pada parameter Scale dan Position.

Caranya adalah menambahkan keyframe pada posisi awal, kemudian berpindah ke titik waktu lain dan mengubah ukuran atau posisi video.

Setelah kedua keyframe dibuat, perubahan tersebut akan dianimasikan ketika video diputar.

Misalnya, kita bisa membuat gambar terlihat semakin besar secara perlahan atau menggerakkan posisi gambar dari satu sisi ke sisi lainnya.

Fitur ini berguna untuk membuat efek zoom, pergerakan gambar, serta animasi sederhana tanpa harus menggunakan aplikasi animasi terpisah.

Posisi keyframe juga bisa digeser untuk menyesuaikan kapan perubahan dimulai dan berakhir.

11. Generate Caption untuk Membuat Subtitle Otomatis

Fitur lain yang saya temukan adalah Generate Caption. Fitur ini ditujukan untuk membantu membuat subtitle berdasarkan suara dalam video.

Secara umum, fitur seperti ini dapat menghemat waktu karena kita tidak perlu mengetik seluruh dialog secara manual.

Namun, ketika saya mencobanya, aplikasi meminta pengaturan transcriber terlebih dahulu. Saya juga belum mengunduh model yang diperlukan untuk proses tersebut.

Di bagian pengaturan, saya menemukan pilihan multilingual, tetapi tidak melihat pilihan bahasa Indonesia secara khusus.

Karena itu, dalam pengujian ini saya belum dapat memastikan seberapa baik fitur tersebut mengenali percakapan berbahasa Indonesia.

Jika kamu ingin menggunakan fitur caption otomatis, sebaiknya periksa terlebih dahulu model yang tersedia dan lakukan pengujian menggunakan video dengan bahasa yang kamu gunakan sehari-hari.

Hasil subtitle otomatis juga tetap perlu diperiksa kembali karena pengenalan suara dapat menghasilkan kesalahan, terutama ketika audio kurang jelas atau terdapat banyak suara latar.

12. Template Teks untuk Membuat Video Lebih Menarik

Selain subtitle otomatis, Concat menyediakan berbagai template teks yang bisa digunakan dalam video.

Dalam pengujian, saya mencoba menambahkan salah satu template yang tersedia, kemudian mengubah teksnya sesuai kebutuhan.

Keberadaan template teks ini berguna untuk membuat judul, keterangan, dan elemen tulisan lainnya dengan lebih praktis.

Pengguna tidak harus selalu membuat tampilan teks dari awal karena bisa memilih template yang sudah tersedia, kemudian menyesuaikan isinya.

Untuk video YouTube, template seperti ini dapat dimanfaatkan untuk membuat judul bagian video, penjelasan singkat, atau teks ajakan kepada penonton.

13. Mencoba Green Screen dengan Chroma Key

Concat juga memiliki fitur Chroma Key yang dapat digunakan untuk menghilangkan warna tertentu pada gambar atau video.

Fitur ini biasanya digunakan untuk menghapus background berwarna hijau pada rekaman green screen, sehingga subjek dapat ditempatkan di atas latar belakang lain.

Dalam pengujian, saya menggunakan gambar dengan latar belakang hijau sebagai contoh karena tidak memiliki rekaman video green screen yang bisa digunakan saat itu.

Setelah gambar dimasukkan ke dalam proyek, saya mencoba fitur Chroma Key dan memilih warna hijau sebagai warna yang ingin dihilangkan.

Walaupun contoh yang digunakan berupa gambar, fitur ini juga menarik untuk dicoba pada video green screen.

Hasilnya akan bergantung pada kualitas rekaman, pencahayaan yang merata, serta seberapa konsisten warna latar belakang yang digunakan.

Jika background hijau memiliki bayangan yang kuat atau warna yang tidak merata, hasil penghapusan mungkin membutuhkan penyesuaian tambahan.

14. Ternyata Ada Fitur Video Stabilization

Pada awal pengujian, saya sempat tidak menemukan fitur stabilisasi video di Concat.

Namun, setelah mengetahui bahwa versi aplikasi yang saya gunakan sebelumnya merupakan versi lama, saya mencoba versi yang lebih baru.

Pada versi yang lebih baru tersebut, saya menemukan fitur stabilisasi di bagian pengaturan Edit, berdekatan dengan Remove Background.

Fitur stabilisasi berguna untuk membantu mengurangi guncangan pada rekaman yang diambil dengan kamera genggam atau ketika kamera bergerak.

Keberadaan fitur ini menjadi nilai tambah untuk aplikasi video editor yang digunakan membuat video sehari-hari.

Namun, hasil stabilisasi bisa berbeda-beda tergantung kondisi rekaman. Pada beberapa video, stabilisasi juga dapat menyebabkan bagian tepi gambar terpotong.

Karena itu, sebaiknya periksa hasilnya setelah fitur diaktifkan untuk memastikan gambar tetap terlihat baik.

15. Mengekspor Video di Concat

Setelah selesai mengedit, kita bisa mengekspor video melalui menu Export.

Dalam pengujian ini, Concat menyediakan pilihan resolusi, frame rate, codec, serta beberapa pengaturan kualitas video.

Pengaturan ekspor yang saya gunakan adalah sebagai berikut:

  • Resolusi: Full HD 1080p, dengan pilihan resolusi lebih tinggi seperti 4K.
  • Frame rate: 24 fps.
  • Codec: H.264.
  • 10-bit color: dinonaktifkan karena video sumber direkam dalam 8-bit.
  • Bitrate: menggunakan pengaturan VBR.

VBR merupakan singkatan dari Variable Bitrate, yaitu metode pengodean yang memungkinkan bitrate berubah sesuai kebutuhan data pada bagian video tertentu.

Untuk pengujian ini, saya memilih H.264 dan menyesuaikan frame rate dengan video yang direkam sebelumnya. Setelah proses ekspor selesai, video bisa dibuka melalui lokasi penyimpanan yang telah dipilih.

Pilihan pengaturan ekspor seperti ini membuat kita bisa menyesuaikan hasil akhir berdasarkan kebutuhan, misalnya untuk diunggah ke YouTube atau dibagikan melalui platform lain.

Jika ukuran file menjadi pertimbangan, kita bisa mencoba pengaturan kualitas dan bitrate yang berbeda, lalu membandingkan ukuran file serta kualitas gambar yang dihasilkan.

16. Mencoba Concat Versi Android

Selain versi desktop, saya juga mencoba Concat di Android.

Secara umum, tampilannya memiliki banyak kemiripan dengan versi desktop. Kita tetap bisa membuat proyek baru, menambahkan media, memotong klip, dan mengatur elemen video melalui timeline.

Perbedaannya adalah antarmuka versi Android disusun dalam orientasi portrait. Beberapa panel yang ditampilkan di sisi kanan pada versi desktop dipindahkan ke menu yang dapat dibuka dari bagian lain layar.

Misalnya, setelah memilih klip video, pengaturan edit akan muncul melalui panel tersendiri. Efek dan sejumlah pilihan lainnya juga tersedia melalui menu di bagian bawah.

Pengoperasiannya terasa cukup familier bagi pengguna aplikasi video editor di HP. Kita bisa menambahkan klip, menggunakan Split untuk memotong video, kemudian menghapus bagian yang tidak diperlukan.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Setelah menghapus klip, bagian yang tersisa tidak selalu langsung menempel jika Magnetic Timeline belum diaktifkan.

Untuk mengaktifkannya, kita perlu membuka pengaturan yang sesuai dan menyalakan pilihan Magnetic Timeline.

Setelah fitur tersebut aktif, klip akan langsung merapat setelah bagian di antaranya dihapus, serupa dengan perilakunya pada versi desktop.

17. Bagaimana dengan Remove Background di Android?

Saya juga mencoba mencari fitur Remove Background pada Concat versi Android.

Pada awalnya, fitur tersebut tidak langsung terlihat. Setelah menelusuri menu Edit, saya menemukan pengaturan Remove Background yang bisa diaktifkan.

Aplikasi juga meminta kita mengunduh model yang diperlukan sebelum menggunakan fitur tersebut.

Jadi, fitur penghapusan background bukan hanya tersedia pada versi desktop yang saya uji, tetapi juga dapat ditemukan pada versi Android yang digunakan dalam pengujian.

Meski begitu, proses penggunaan dan hasil akhirnya tetap perlu diuji pada perangkat masing-masing, terutama karena kebutuhan pemrosesan bisa berbeda tergantung model, ukuran video, dan kemampuan perangkat.

18. Tampilan Concat di Tablet Android Masih Kurang Optimal

Selain HP Android, saya juga mencoba aplikasi ini di tablet Android.

Sayangnya, tampilan yang muncul masih menyerupai antarmuka versi HP dalam orientasi portrait. Aplikasi belum memanfaatkan layar tablet dengan tata letak landscape seperti versi desktop pada pengujian saya.

Hal ini membuat penggunaan ruang layar terasa kurang optimal, terutama ketika kita ingin melihat timeline dan beberapa panel pengaturan sekaligus.

Bagi pengguna yang terbiasa mengedit video pada layar besar, tata letak seperti ini mungkin terasa kurang nyaman dibandingkan antarmuka desktop.

Namun, aplikasi tetap bisa digunakan untuk melakukan pengeditan dasar, seperti memasukkan media, memotong klip, dan mengakses berbagai pengaturan yang tersedia.

Dengan demikian, pengalaman menggunakan Concat pada tablet masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, terutama dari sisi tata letak antarmuka.

19. Kelebihan Concat sebagai Alternatif CapCut

Berdasarkan fitur yang saya coba, ada beberapa hal yang membuat Concat menarik untuk dipertimbangkan sebagai alternatif CapCut.

Gratis dan open source

Ini menjadi salah satu daya tarik utama Concat. Bagi pengguna yang mencari aplikasi video editor tanpa harus membayar biaya langganan, Concat layak masuk daftar aplikasi yang ingin dicoba.

Tersedia untuk berbagai sistem operasi

Dalam pengujian ini, Concat tersedia untuk Windows, macOS, Linux, Android, dan iOS. Dukungan lintas platform ini menarik bagi pengguna yang bekerja dengan perangkat berbeda.

Memiliki fitur pengeditan yang cukup beragam

Concat menyediakan sejumlah fitur, seperti pemotongan video, magnetic timeline, transisi, efek, template teks, keyframe, LUT, Chroma Key, Remove Background, dan stabilisasi video pada versi lebih baru yang saya coba.

Antarmuka relatif mudah dipelajari

Tampilannya menyerupai aplikasi video editor modern sehingga cukup mudah dikenali. Pengguna baru mungkin tetap perlu mempelajari letak beberapa fitur, tetapi alur dasarnya cukup mudah dipahami.

Dapat digunakan pada perangkat mobile

Versi Android memungkinkan kita mengedit video tanpa harus selalu menggunakan komputer. Dalam pengujian saya, aplikasi juga bisa berjalan pada HP dan tablet yang digunakan.

20. Kekurangan Concat yang Saya Temukan

Walaupun fiturnya cukup lengkap, Concat masih memiliki beberapa kekurangan berdasarkan pengalaman penggunaan dalam video ini.

  • Beberapa fitur perlu dipelajari: saya sempat kebingungan ketika mencari fungsi tertentu, seperti Magnetic Timeline dan pengaturan Remove Background.
  • Remove Background belum sempurna: hasil pemisahan subjek masih menunjukkan kekurangan di bagian tepi pada pengujian saya.
  • Fitur caption perlu pengaturan tambahan: saya perlu mengatur transcriber dan mengunduh model sebelum mencobanya. Dukungan pengenalan bahasa Indonesia belum berhasil saya pastikan.
  • Tampilan tablet belum optimal: dalam pengujian, antarmuka tablet masih menggunakan tata letak portrait seperti pada HP.
  • Belum selengkap video editor lain: ada sejumlah fitur yang belum saya temukan atau belum saya coba, sehingga aplikasi ini belum tentu memenuhi seluruh kebutuhan pengeditan profesional.
  • Performa dapat bergantung pada perangkat: pengeditan video beresolusi tinggi atau proyek yang lebih berat mungkin membutuhkan sumber daya lebih besar.

Perlu diingat bahwa beberapa kekurangan di atas merupakan hasil pengujian pribadi dan belum tentu menggambarkan perilaku semua versi aplikasi atau semua perangkat.

21. Apakah Concat Layak Digunakan untuk Mengedit Video YouTube?

Menurut saya, Concat cukup menarik untuk digunakan mengedit video YouTube, terutama jika kamu membutuhkan aplikasi gratis dengan fitur dasar hingga menengah.

Untuk video yang tidak terlalu rumit, kita sudah memiliki beberapa alat penting untuk melakukan pengeditan, seperti memotong klip, menambahkan teks, menggunakan transisi, mengatur warna, dan mengekspor hasil akhir.

Fitur LUT dan keyframe juga memberikan ruang untuk membuat tampilan video yang lebih menarik. Sementara itu, dukungan Remove Background serta Chroma Key membuka kemungkinan untuk membuat komposisi visual yang lebih kreatif.

Namun, jika kamu terbiasa menggunakan aplikasi video editor dengan fitur yang sangat lengkap, mungkin ada beberapa kemampuan yang belum tersedia atau belum sesuai dengan alur kerja yang kamu inginkan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi perangkat. Mengedit video beresolusi tinggi atau menggunakan efek yang membutuhkan pemrosesan lebih berat dapat menjadi tantangan bagi HP atau komputer dengan kemampuan terbatas.

Karena itu, saya menyarankan untuk mencoba Concat terlebih dahulu menggunakan proyek sederhana sebelum memutuskan menjadikannya aplikasi utama.

Kesimpulan

Concat merupakan aplikasi video editor gratis dan open source yang menarik sebagai alternatif CapCut. Dalam pengujian ini, saya menemukan berbagai fitur yang cukup berguna untuk membuat video, mulai dari pemotongan klip, Magnetic Timeline, transisi, efek, LUT, keyframe, template teks, hingga penghapusan background.

Aplikasi ini juga tersedia dalam versi desktop dan Android yang saya coba. Dengan antarmuka yang relatif familier, Concat cukup mudah dipelajari meskipun beberapa fitur membutuhkan waktu untuk ditemukan.

Di sisi lain, masih ada beberapa keterbatasan. Hasil Remove Background belum sempurna pada pengujian saya, fitur caption belum berhasil diuji sepenuhnya untuk bahasa Indonesia, dan tata letak pada tablet Android belum terasa optimal.

Untuk kebutuhan pengeditan sehari-hari, fitur yang tersedia sudah cukup menarik. Saya sendiri tertarik menggunakan Concat karena aplikasinya gratis, memiliki fitur yang cukup lengkap untuk kebutuhan saya, dan bisa berjalan pada perangkat yang saya gunakan.

Tentu saja, pengalaman mengedit video yang lebih berat atau beresolusi tinggi bisa berbeda, tergantung kemampuan perangkat dan kompleksitas proyek.

Jadi, apakah Concat layak menjadi alternatif CapCut? Menurut saya, aplikasi ini pantas dicoba, terutama jika kamu ingin mencari video editor gratis dan open source tanpa harus langsung menggunakan aplikasi yang lebih kompleks.

Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu tertarik mencoba Concat untuk mengedit video? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

Komentar

Postingan Populer