Cara Edit Video Log di Android Menggunakan MCPro24fps, RapidRAW, dan Concat
Salah satu cara untuk mendapatkan kualitas video yang lebih bagus menggunakan HP Android adalah dengan merekam video menggunakan aplikasi kamera pihak ketiga. Salah satu aplikasi yang menarik untuk dicoba adalah MCPro24fps.
Aplikasi ini memungkinkan kita merekam video dengan bitrate tinggi dan menggunakan profil warna Log. Dengan begitu, kita memiliki lebih banyak fleksibilitas ketika melakukan color grading atau mengatur warna video saat proses editing.
Namun, video Log biasanya terlihat cukup datar dan kurang menarik jika langsung ditonton tanpa proses pengolahan warna. Karena itu, kita membutuhkan aplikasi video editor untuk melakukan color grading.
Dalam tutorial ini, saya akan menunjukkan cara mengedit video Log yang direkam menggunakan MCPro24fps di HP Android. Menariknya, saya menggunakan kombinasi tiga aplikasi, yaitu:
- MCPro24fps untuk merekam video menggunakan profil warna Log.
- RapidRAW untuk membuat LUT atau Lookup Table yang digunakan sebagai preset warna.
- Concat untuk mengedit video dan menerapkan LUT yang sudah dibuat.
Ketiga aplikasi ini memiliki fungsi yang berbeda dan bisa digunakan dalam satu alur kerja untuk menghasilkan video dengan tampilan warna yang lebih menarik.
1. Merekam Video Log Menggunakan MCPro24fps
Langkah pertama adalah merekam video menggunakan aplikasi MCPro24fps.
MCPro24fps merupakan aplikasi kamera untuk Android yang menyediakan berbagai pengaturan perekaman video. Aplikasi ini memungkinkan kita mengatur bitrate, frame rate, profil warna, exposure, ISO, shutter speed, dan berbagai parameter lainnya.
Berikut perbandingan hasil rekaman yang saya tunjukkan dalam video:
Video pertama direkam menggunakan aplikasi kamera bawaan Poco F7, sedangkan video kedua direkam menggunakan MCPro24fps.
Hasilnya cukup menarik. Video yang direkam menggunakan MCPro24fps terlihat memiliki kualitas yang lebih baik, terutama karena saya menggunakan bitrate lebih tinggi dan profil warna Log.
Dengan menggunakan profil warna Log, kita bisa mendapatkan rekaman dengan tampilan yang lebih datar sehingga memiliki ruang untuk melakukan pengolahan warna pada proses editing.
Download MCPro24fps
Sebelum membeli aplikasi ini, saya menyarankan untuk mencoba versi demo terlebih dahulu. Dengan begitu, kita bisa mengetahui apakah HP Android yang digunakan mendukung fitur-fitur yang tersedia.
Berikut link download-nya:
- MCPro24fps Demo: Download di Google Play Store
- MCPro24fps Pro: Download di Google Play Store
Jika versi demo berjalan dengan baik dan fitur-fiturnya sesuai kebutuhan, kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli versi Pro.
2. Rekomendasi Pengaturan MCPro24fps
Sebelum merekam video, ada beberapa pengaturan yang perlu diperhatikan. Pengaturan ini saya gunakan sebagai rekomendasi awal untuk mendapatkan hasil rekaman yang bagus dan lebih fleksibel ketika diedit.
Berikut tabel pengaturan MCPro24fps yang bisa kamu jadikan referensi.
| Pengaturan | Saran | Keterangan |
|---|---|---|
| Resolution | 2880 x 2160 (atau sesuai kebutuhan) | Semakin besar resolusi, semakin bagus detail gambar dan semakin leluasa untuk melakukan crop tanpa terlalu merusak detail. |
| FPS | 30 fps (atau sesuai kebutuhan) | Jumlah frame dalam satu detik. 24 fps merupakan standar film layar lebar, 30 fps umum digunakan untuk video TV dan YouTube, sedangkan 60 fps menghasilkan gerakan lebih mulus dan cocok untuk kebutuhan slow motion. |
| Codec | HEVC (H.265) | Kompresinya lebih efisien dibandingkan H.264 pada kualitas yang sebanding. Cocok untuk menghemat ruang penyimpanan. Gunakan H.264 jika video editor tidak kompatibel dengan H.265. |
| Color Depth | 10-bit | Mengatur kedalaman warna atau jumlah informasi warna yang dapat disimpan dalam video. |
| Bitrate | 50-150 Mbps | Semakin tinggi bitrate, semakin banyak informasi gambar yang dapat dipertahankan, tetapi ukuran file juga semakin besar. |
| Container | MP4 atau MOV | MP4 lebih umum dan kompatibel dengan banyak aplikasi video editor. |
| Noise Reduction | Off | Untuk mengurangi noise. Sebaiknya dinonaktifkan agar hasil rekaman lebih natural. |
| Sharpness | Off | Untuk menambah ketajaman gambar. Sebaiknya dinonaktifkan agar hasil rekaman lebih natural. |
| Stabilization | Optical | Untuk membantu menstabilkan video. Gunakan stabilisasi optical jika perangkat mendukung. |
Catatan: Pengaturan di atas merupakan rekomendasi awal dari pengujian saya. Tidak semua HP Android mendukung seluruh resolusi, frame rate, codec, dan kedalaman warna tersebut. Sesuaikan dengan kemampuan perangkat dan kebutuhan perekaman.
3. Memilih Profil Warna Log
Setelah mengatur spesifikasi video, kita perlu memilih profil warna yang akan digunakan.
Caranya cukup mudah. Pada aplikasi MCPro24fps, tekan bagian pengaturan profil warna, kemudian pilih profil yang diinginkan.
Ada beberapa pilihan profil warna yang tersedia, seperti:
- M-Log
- Rec. 709
- HLG
- Apple Log
- Cine Log
- Samsung Log
- S-Log
Beberapa profil tersebut merupakan profil yang meniru atau merujuk pada karakteristik profil warna dari sistem kamera lain.
Dalam pengujian ini, saya lebih sering menggunakan M-Log. Alasannya karena profil ini tidak terlalu datar sehingga lebih mudah diolah saat color grading.
Profil Log yang terlalu datar terkadang membutuhkan penyesuaian lebih banyak. Jadi, menurut saya, M-Log merupakan pilihan yang cukup praktis untuk kebutuhan pengeditan video di HP.
4. Mengatur Exposure, ISO, dan Shutter Speed
Selain profil warna, kita juga perlu memperhatikan exposure ketika merekam video.
Di MCPro24fps, kita bisa memilih pengaturan exposure otomatis maupun manual.
Mode Auto
Jika indikator menampilkan huruf A, berarti pengaturan exposure menggunakan mode otomatis.
Kita bisa mengatur kompensasi kecerahan dengan menggeser nilai ke arah minus atau plus.
Nilai minus digunakan untuk mengurangi kecerahan, sedangkan nilai plus digunakan untuk menambah kecerahan gambar.
Mode Manual
Jika kita menekan kembali pengaturan tersebut hingga berubah menjadi M, maka exposure berada dalam mode manual.
Dalam mode ini, kita bisa mengatur ISO dan shutter speed sendiri.
ISO berpengaruh terhadap sensitivitas sensor terhadap cahaya. Semakin tinggi ISO, gambar akan semakin terang, tetapi risiko munculnya noise juga bisa meningkat.
Sementara itu, shutter speed mengatur lamanya sensor menerima cahaya pada setiap frame. Shutter speed yang lebih cepat menghasilkan exposure lebih gelap, sedangkan shutter speed yang lebih lambat memungkinkan lebih banyak cahaya masuk.
Dengan pengaturan manual, kita bisa mendapatkan exposure yang lebih konsisten selama perekaman, terutama ketika kondisi pencahayaan tidak berubah terlalu banyak.
Jangan lupa, MCPro24fps juga memungkinkan kita mengganti kamera yang digunakan, misalnya berpindah dari kamera depan ke kamera belakang.
5. Aplikasi yang Digunakan untuk Mengedit Video Log
Setelah selesai merekam, sekarang kita masuk ke proses editing.
Dalam tutorial ini saya menggunakan dua aplikasi tambahan, yaitu RapidRAW dan Concat.
Sebenarnya kita bisa langsung melakukan color grading di Concat. Namun, saya lebih suka membuat LUT menggunakan aplikasi lain karena proses pengaturan warna terasa lebih mudah bagi saya.
RapidRAW untuk Membuat LUT
RapidRAW merupakan aplikasi pengolah foto yang bisa digunakan untuk mengatur warna, exposure, kontras, dan berbagai parameter gambar lainnya.
Aplikasi ini juga gratis dan open source.
Dalam tutorial ini, RapidRAW tidak digunakan untuk mengedit video secara langsung. Saya menggunakannya untuk membuat file LUT yang nantinya akan diterapkan pada video menggunakan Concat.
Download RapidRAW melalui website resminya:
Download RapidRAW - Website Resmi
Concat untuk Mengedit Video
Selanjutnya ada Concat, yaitu aplikasi video editor yang akan kita gunakan untuk mengedit video dan menerapkan LUT.
Concat menarik karena tersedia secara gratis dan open source. Selain Android, aplikasi ini juga bisa digunakan pada komputer dengan sistem operasi Windows, Linux, dan macOS.
Antarmukanya cukup sederhana dan menyerupai aplikasi video editor modern seperti CapCut.
Download Concat melalui website berikut:
Download Concat - Website Resmi
Jika membuka website tersebut menggunakan tablet Android dan perangkat terdeteksi sebagai Linux, kamu bisa memilih platform secara manual, kemudian memilih Android dan mengunduh file APK.
6. Mengambil Screenshot atau Frame dari Video
Sebelum membuat LUT di RapidRAW, kita perlu menyiapkan gambar yang akan digunakan sebagai referensi warna.
Caranya adalah mengambil satu frame atau screenshot dari video yang sudah direkam menggunakan MCPro24fps.
Dalam pengujian ini saya menggunakan Google Photos.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Buka video yang sudah direkam menggunakan MCPro24fps di Google Photos.
- Tekan tombol Edit.
- Pilih frame atau bagian gambar yang ingin digunakan sebagai referensi.
- Gunakan fitur Export Frame.
- Tekan View Photo untuk membuka hasil frame yang diekspor.
Setelah itu, gambar akan tersimpan sebagai file JPEG dan siap dibuka menggunakan RapidRAW.
Sebenarnya kamu juga bisa menggunakan aplikasi lain untuk mengambil frame dari video. Yang penting, gambar tersebut berasal dari rekaman yang akan kita gunakan dalam proses color grading.
7. Membuat LUT Menggunakan RapidRAW
Setelah mendapatkan screenshot video, sekarang kita bisa membuka RapidRAW.
Masukkan gambar dengan menekan ikon folder, kemudian cari file JPEG yang sebelumnya sudah kita ekspor dari Google Photos.
Setelah gambar terbuka, kita bisa mulai melakukan pengolahan warna.
Mengatur Curve dan Kontras
Hal pertama yang saya lakukan adalah mengatur Curve.
Untuk membuat gambar terlihat lebih menarik, saya menggunakan S Curve.
S Curve merupakan salah satu cara untuk mengatur kontras dengan menyesuaikan bagian gelap dan terang pada gambar.
Dengan mengatur kurva tersebut, kita bisa membuat bagian gelap menjadi lebih gelap dan bagian terang menjadi lebih terang sehingga gambar terlihat lebih kontras.
Namun, jangan mengatur kontras secara berlebihan. Tujuan kita adalah membuat gambar Log yang terlalu datar menjadi lebih menarik, tetapi tetap mempertahankan tampilan yang natural.
Mengatur Vibrance dan Warna
Selain Curve, kita juga bisa mengatur vibrance dan warna sesuai selera.
Misalnya, kita bisa membuat tampilan video sedikit lebih berwarna atau mengatur karakter warna menjadi lebih kebiruan.
Namun, dalam pengujian ini saya memilih mempertahankan warna yang lebih natural.
Kita juga bisa membandingkan hasil sebelum dan sesudah pengeditan untuk mengetahui seberapa besar perubahan yang sudah dilakukan.
Hal penting yang perlu diingat adalah tidak semua pengaturan di RapidRAW akan ikut tersimpan dalam file LUT.
File LUT pada dasarnya digunakan untuk menyimpan transformasi warna dan kecerahan. Karena itu, beberapa efek seperti noise reduction, film grain, dan halation tidak ikut diterapkan ketika LUT digunakan pada video.
Jadi, fokuskan pengaturan RapidRAW pada warna, kontras, dan kecerahan.
8. Mengekspor LUT dalam Format CUBE
Setelah selesai melakukan color grading, kita perlu mengekspor hasilnya sebagai LUT.
Caranya cukup mudah:
- Buka menu Export di RapidRAW.
- Pada bagian File Setting, pilih format CUBE LUT.
- Kemudian tekan tombol Export LUT.
- Tunggu hingga proses ekspor selesai.
File LUT yang dihasilkan akan tersimpan di folder Download, kemudian di dalam folder RapidRAW.
Agar mudah ditemukan, sebaiknya ubah nama file LUT sesuai dengan karakter warna yang dibuat. Misalnya, kita bisa memberikan nama Contoh.cube.
File dengan ekstensi .cube inilah yang nantinya akan kita masukkan ke Concat.
9. Membuat Project Baru di Concat
Sekarang kita beralih ke aplikasi Concat untuk mulai mengedit video.
Buka Concat, kemudian pilih New Project untuk membuat proyek baru.
Kita bisa memberikan nama proyek sesuai kebutuhan. Setelah itu, ada beberapa pengaturan yang perlu diperhatikan.
Aspect Ratio
Concat menyediakan beberapa pilihan aspek rasio yang bisa digunakan sesuai kebutuhan video.
- 16:9: untuk video landscape, misalnya video YouTube.
- 9:16: untuk video portrait, misalnya YouTube Shorts, TikTok, dan Instagram Reels.
- 1:1: untuk video berbentuk persegi.
Resolusi
Untuk resolusi, kita bisa memilih 1080p untuk Full HD, 1440p untuk resolusi yang lebih tinggi, atau pilihan lain yang tersedia, termasuk 4K.
Sesuaikan resolusi proyek dengan kebutuhan video dan kemampuan perangkat.
Frame Rate
Dalam tutorial ini saya menggunakan 24 fps karena video sumber juga direkam menggunakan frame rate 24 fps.
Concat menyediakan berbagai pilihan frame rate lainnya. Jika pilihan yang dibutuhkan tidak tersedia, kita juga bisa mencoba pengaturan custom.
Setelah semua pengaturan selesai, tekan Create untuk membuat proyek baru.
10. Mengatur Concat Sebelum Mengedit
Sebelum memasukkan video, ada beberapa pengaturan Concat yang sebaiknya diperhatikan agar proses pengeditan lebih nyaman.
Mengaktifkan Magnetic Timeline
Pengaturan pertama yang saya sarankan adalah Magnetic Timeline.
Fitur ini membantu mempermudah proses pemotongan video. Ketika kita menghapus bagian klip tertentu, klip yang tersisa bisa langsung menempel sehingga tidak meninggalkan ruang kosong pada timeline.
Dengan demikian, kita tidak perlu menggeser klip secara manual setiap kali menghapus bagian video.
Mengaktifkan Proxies
Pengaturan berikutnya adalah Proxies.
Jika HP Android yang kamu gunakan terasa berat ketika mengedit video dengan resolusi tinggi, sebaiknya aktifkan fitur ini.
Proxy bekerja dengan membuat file video versi lebih ringan yang bisa digunakan selama proses editing. Dengan begitu, perangkat tidak harus selalu memproses file asli yang berukuran besar ketika menampilkan preview.
Namun, jika HP kamu cukup kuat untuk mengedit video secara langsung, fitur Proxies tidak harus diaktifkan.
11. Memasukkan Video ke Concat
Setelah proyek siap, kita bisa mulai memasukkan video yang direkam menggunakan MCPro24fps.
Caranya cukup mudah:
- Buka menu Media.
- Pilih Import Media.
- Cari video hasil rekaman MCPro24fps.
- Pilih video yang ingin diedit.
- Masukkan video tersebut ke timeline.
Setelah masuk ke timeline, kita bisa mulai mengatur komposisi gambar.
Dalam pengujian ini, saya menggunakan video dengan aspek rasio 4:3, sedangkan proyek Concat menggunakan aspek rasio 16:9.
Akibatnya, muncul bagian hitam di sisi kiri dan kanan video.
Untuk mengatasinya, kita bisa memperbesar video hingga memenuhi seluruh area proyek. Setelah itu, posisi gambar bisa digeser ke atas atau ke bawah untuk mengatur komposisinya.
Salah satu keuntungan merekam menggunakan aspek rasio yang lebih besar secara vertikal dibandingkan format landscape standar adalah kita memiliki ruang lebih untuk mengatur ulang komposisi gambar saat editing.
Jadi, jika posisi subjek kurang tepat saat perekaman, kita masih bisa melakukan penyesuaian melalui proses crop dan reposition.
12. Memasang LUT ke Video Menggunakan Concat
Sekarang kita masuk ke bagian paling penting, yaitu menerapkan LUT yang sebelumnya sudah dibuat menggunakan RapidRAW.
Sebenarnya aplikasi MCPro24fps juga menyediakan sejumlah file LUT bawaan. Namun, dalam pengujian saya, tampilan warna LUT tersebut kurang cocok dengan hasil rekaman yang saya inginkan.
Karena itu, saya memilih membuat LUT sendiri menggunakan RapidRAW.
Untuk memasukkan LUT ke Concat, kita bisa mengikuti langkah berikut:
- Klik area kosong atau bagian yang sesuai pada timeline.
- Buka menu Adjustment.
- Pilih Import LUT.
- Cari file LUT berekstensi .cube yang sebelumnya sudah dibuat.
- Pilih file tersebut untuk memasukkannya ke dalam proyek.
Setelah berhasil diimpor, LUT akan muncul sebagai Adjustment Layer.
Kita bisa menempatkan adjustment layer tersebut di atas video yang ingin diberi efek warna.
Video yang berada di bawah adjustment layer akan terpengaruh oleh LUT tersebut.
Artinya, kita tidak perlu menerapkan LUT secara terpisah pada setiap klip. Cukup tempatkan adjustment layer di atas beberapa klip video yang ingin menggunakan tampilan warna yang sama.
Mengatur Kekuatan Efek LUT
Jika hasil LUT terlalu kuat, kita masih bisa mengurangi intensitasnya.
Caranya adalah memilih adjustment layer, kemudian membuka pengaturan Filter dan mengurangi nilai Strength.
Dengan begitu, pengaruh LUT menjadi lebih ringan dan kita bisa mendapatkan tampilan warna yang lebih natural.
Menurut saya, fitur adjustment layer ini sangat berguna, terutama jika kita ingin memberikan karakter warna yang konsisten pada banyak video sekaligus.
13. Mengedit Video dan Menyesuaikan Exposure
Setelah LUT diterapkan, kita bisa melanjutkan pengeditan seperti menggunakan video editor pada umumnya.
Kita bisa memotong bagian video yang tidak diperlukan menggunakan fitur Split, kemudian menghapus bagian yang ingin dibuang.
Selain itu, kita juga bisa menambahkan video lain melalui menu Media dan Import Media.
Setelah video tambahan dimasukkan, kita bisa mengatur ukuran dan posisinya sesuai kebutuhan.
Jika hasil video terlalu terang atau terlalu gelap setelah LUT diterapkan, kita masih bisa melakukan penyesuaian tambahan.
Misalnya, kita bisa menambahkan pengaturan Exposure melalui menu Adjustment, kemudian mengurangi nilainya untuk membuat video sedikit lebih gelap.
Jadi, penggunaan LUT bukan berarti kita tidak bisa melakukan penyesuaian warna tambahan di Concat.
RapidRAW hanya digunakan untuk membuat tampilan warna dasar, sedangkan penyesuaian tambahan tetap bisa dilakukan di video editor.
Sebenarnya Concat juga memiliki fitur color grading sendiri. Namun, saya memilih menggunakan RapidRAW karena merasa lebih nyaman membuat tampilan warna menggunakan aplikasi tersebut.
14. Mengekspor Video dari Concat
Setelah seluruh proses editing selesai, sekarang kita bisa mengekspor video.
Tekan tombol Export pada aplikasi Concat. Selanjutnya kita akan melihat berbagai pengaturan ekspor, termasuk resolusi, frame rate, dan bitrate.
Salah satu pengaturan yang perlu diperhatikan adalah bitrate.
Berapa Bitrate yang Bagus untuk Video 1080p?
Semakin tinggi bitrate, semakin besar jumlah data yang digunakan untuk menyimpan video. Secara umum, bitrate yang lebih tinggi dapat membantu mempertahankan kualitas gambar, tetapi ukuran file juga akan semakin besar.
Dalam pengujian ini, saya mencoba membandingkan beberapa pilihan bitrate.
Bitrate 8 Mbps sebenarnya bisa menjadi pilihan untuk video Full HD jika ingin menghemat ukuran file. Namun, jika ingin memberikan ruang kualitas yang lebih besar, kita bisa mencoba bitrate 16 atau 24 Mbps.
Saya juga mencoba pengaturan 50 Mbps, tetapi ukuran file yang dihasilkan tentu lebih besar.
Berikut gambaran pilihan bitrate yang bisa dipertimbangkan untuk ekspor video:
| Bitrate | Penggunaan |
|---|---|
| 8 Mbps | Pilihan untuk menghemat ukuran file video Full HD. |
| 12 Mbps | Pilihan bitrate menengah untuk video Full HD. |
| 16-24 Mbps | Pilihan jika ingin menggunakan bitrate lebih tinggi. |
| 50 Mbps | Bitrate tinggi dengan ukuran file yang lebih besar. |
Perlu diingat bahwa bitrate yang dibutuhkan juga bergantung pada kompleksitas gambar, frame rate, codec, dan platform tujuan. Angka di atas merupakan pilihan yang saya bahas dalam pengujian, bukan aturan wajib untuk semua video.
Semakin tinggi bitrate, semakin besar pula ukuran file hasil ekspor. Karena itu, kita perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Memperkirakan Ukuran File Video
Bitrate juga berpengaruh langsung terhadap ukuran file akhir.
Dalam pengujian ini, saya mencoba memperkirakan ukuran file berdasarkan durasi video dan bitrate yang digunakan.
Untuk video dengan durasi sekitar 20 detik, bitrate 50 Mbps menghasilkan perkiraan ukuran file yang jauh lebih besar dibandingkan bitrate 12 Mbps.
Jadi, jangan langsung menggunakan bitrate paling tinggi. Pilih pengaturan yang sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan dan kapasitas penyimpanan perangkat.
Setelah pengaturan selesai, kita cukup menekan Export dan menunggu proses rendering sampai selesai.
Video hasil ekspor kemudian bisa dibuka dan digunakan sesuai kebutuhan, misalnya untuk diunggah ke YouTube atau dibagikan ke media sosial.
15. Kesimpulan: Edit Video Log di Android Ternyata Bisa!
Dengan kombinasi MCPro24fps, RapidRAW, dan Concat, kita bisa melakukan proses perekaman hingga color grading video Log langsung menggunakan perangkat Android.
MCPro24fps digunakan untuk merekam video dengan bitrate tinggi dan profil warna Log. RapidRAW membantu kita membuat LUT berdasarkan tampilan warna yang diinginkan. Sementara itu, Concat digunakan untuk menerapkan LUT, memotong video, mengatur klip, dan mengekspor hasil akhirnya.
Menurut saya, kombinasi ketiga aplikasi ini cukup menarik karena kita bisa mendapatkan alur kerja editing yang lebih fleksibel tanpa harus selalu menggunakan komputer.
Berikut rangkuman fungsi masing-masing aplikasi:
| Aplikasi | Fungsi | Link |
|---|---|---|
| MCPro24fps | Merekam video dengan bitrate tinggi dan profil warna Log. | Versi Demo | Versi Pro |
| RapidRAW | Mengolah gambar dan membuat LUT dalam format CUBE. | Website Resmi |
| Concat | Mengedit video dan menerapkan LUT menggunakan adjustment layer. | Website Resmi |
Kelebihan dari metode ini adalah kita bisa membuat LUT sendiri sesuai selera. Jadi, kita tidak harus selalu menggunakan preset warna bawaan aplikasi.
Selain itu, dengan menggunakan adjustment layer di Concat, satu LUT bisa diterapkan pada beberapa klip sekaligus. Hal ini sangat membantu untuk menjaga konsistensi warna dalam sebuah video.
Tentu saja, proses ini membutuhkan beberapa langkah tambahan dibandingkan jika kita hanya menggunakan aplikasi kamera bawaan HP dan langsung mengedit videonya.
Namun, jika kamu suka bereksperimen dengan warna dan ingin mendapatkan lebih banyak kontrol terhadap tampilan video, metode ini menarik untuk dicoba.
Bagaimana menurut kamu? Apakah tertarik mencoba merekam video Log menggunakan MCPro24fps dan melakukan color grading di Android? Tulis pendapatmu di kolom komentar!
Jangan lupa like, share, dan subscribe channel YouTube saya untuk mendapatkan tutorial dan pembahasan aplikasi lainnya.
Link Download Aplikasi
1. MCPro24fps
2. RapidRAW
3. Concat

Komentar
Posting Komentar